Hmmm, rupanya ketersediaan maaf pada diri sendiri pun terbatas. Kala kepasrahan telah memuncak, tak ada lagi yang bisa dilakukan kecuali memaki dan mengumpat pada diri yang penuh rasa bersalah.
"Tuhan, aku butuh petunjuk-Mu atas semua ini. Biarlah semua termakan waktu, tetapi percayalah jiwaku masih bertunduk pada-Mu."
Kemudian cahaya yang melintas hilang sudah, entah kapan ia akan datang lagi. Benar-benar pertobatan yang sia-sia. Seiring dengan berjaannya hari, aku terpaku meratap dan melamun dengan dalih-dalihku yang tak berkesudahan. Ternyata aku masih menginginkan dia.
Maud Khan
di Suatu malam... Lupa







Astaghfirullah...ternyata dirimu....
BalasHapus