Latest blog posts

Profil Penulis

Maud Khan adalah nama pena dari Mahfud, pria kelahiran Sampang, 6 Februari 1986. Ia tumbuh besar di kota kecil yang kerap dipandang sepi, namun justru di situlah ia pertama kali jatuh cinta pada dunia sastra—lewat novel-novel Balai Pustaka dan majalah Horison yang sering ia simpan di bawah tumpukan buku pelajaran sekolahnya.

Saat menempuh kuliah di Jurusan Sejarah, Universitas Negeri di Surabaya, Mahfud sempat mencicipi segala dinamika aktivisme mahasiswa: mulai dari menjadi ketua BEM jurusan, aktif di lingkar BEM universitas, hingga berkutat dalam organisasi ekstra kampus seperti GmnI. Ruang kelas hanya sebagian dari "kampus"-nya, sisanya adalah warung kopi, diskusi malam, dan catatan-catatan reflektif yang ia tulis di buku tipis, kadang berisi cerpen, kadang hanya puisi setengah jadi.

Pernah bermimpi menulis novel, tapi sampai sekarang lebih sering menulis setengah jalan, lalu ditinggalkan. Meski begitu, semangat menulisnya tak pernah benar-benar padam. Dunia blog menjadi salah satu ruang baginya untuk terus menyusun kata, menyimpan keresahan, atau sekadar merapikan memori.

Sebagai alumnus pesantren di Sampang, Mahfud juga akrab dengan pemikiran Islam, tapi ia percaya bahwa keberagaman cara berpikir adalah kunci bagi kemajuan umat. Ia menyukai diskusi lintas wacana—dari filsafat, sejarah, sosiologi, hingga geografi—dan merasa semua itu saling berkelindan, memperkaya cara pandang terhadap dunia.

Kini Mahfud tinggal di Probolinggo, bersama dua anak yang seringkali jadi pengingat bahwa hidup bukan cuma soal cita-cita lama, tapi juga tentang menikmati hari ini dengan apa adanya. Blog ini adalah sebagian dari itu—tempat ia kembali menjadi “Maud”, menulis untuk dirinya sendiri dan siapa pun yang kebetulan nyasar dan betah membaca.

Diberdayakan oleh Blogger.

Trending now

Popular Posts