Kau mungkin tak kan pernah sadar jika setiap tatapan itu akan terpaku kaku
dan tentu dengan segala puji bersama lirih kata bisa terlontar dengan...
“aduhai... siapakah gerangan dirimu?”
tapi aku sama sekali tak mendengarnya
Kupikir mereka takut dengan...
kalau-kalau, jika senyum itu hanya buatku
dan kupikir, mereka begitu bersahabat, dengan kembang di senyuman mereka....
dan, tentu hati yang takjub akan kebersahajaanmu
Hanya,
Kau tak begitu ikhlas rupanya
dengan senyummu itu, kau buat aku makin takut
kalau-kalau......
Kau sudah tak ingin bersamaku rupanya
Sby, 2 September 2009
Home »
Sajak Maud Khan
» Ketika Senyum Mengembang di Wajahmu
Ketika Senyum Mengembang di Wajahmu
Hidup bukanlah suatu tanggung jawab besar untuk menjalaninya.
tak perlu kita terbeban, tak perlu mengeluh, sebab hanya mereka yang mengeluh saja yang tak kan menang menanggung nasibnya kelak.
lantas apakah kita akan berdiam saja?
Aku hanya banyak bicara tentang hidup, tapi tidak dengan prakteknya.
sebab kita hanyalah belajar...belajar buat hidup.
belajar buat mati.
Diberdayakan oleh Blogger.
Trending now
-
oleh: Mahfud Bagi pembelajar sejarah, terutama yang beragama Islam (dan lebih khusus lagi bagi para guru sejarah pemula) topik manusia purba...
-
Berdirinya Budi Utomo pada 1908, Pencetusan Sumpah Pemuda 1928, serta Peristiwa Reformasi tahun 1998 Membuktikan Bahwa Peran Mahasiswa Tidak...
-
UNTUKMU YANG JAUH DI SANA saat kutatapkan penglihatan ini bintang-bintang berkilauan gemerlapnya, menghiasi malam yang dilanda ...
-
Salah satu kebiasaan buruk saya yang hingga sekarang sulit dihilangkan adalah melamun. Bila ada waktu kosong di sela-sela pekerjaan, maka ta...
-
Aku Kau ingin tau siapa aku? Aku adalah seorang yang akrab bersama malam Dengan sebatang rokok yang menempel di bibir keringku ...
Popular Posts
-
Pemuda itu, namanya Halim. Wajahnya biasa saja, tapi matanya sering menyimpan sesuatu yang tak bisa dijelaskan. Bila kau cukup lama duduk be...
-
oleh: Mahfud* “Sepanjang sejarah, Iran dikenal sebagai bangsa besar yang mampu menguasai wilayah Timur Tengah−termasuk di dalamnya Babylonia...
-
“Kapan menikah?” Kalimat itu seperti jam dinding yang tak pernah mati, berdetak di kepala tiap kali aku pulang ke rumah. Terkadang dari mul...







0 Comments:
Posting Komentar